Tiga Amalan Ini Setara Pahala Haji dan Umrah

Tiga Amalan Ini Setara Pahala Haji dan Umrah

Salah satu bentuk rahmat Allah yang paling penting adalah memberikan hadiah ganda kepada umatnya, meskipun praktiknya kecil dan sederhana. Ada banyak ibadah dalam Islam yang tampaknya sederhana dan tidak sulit untuk dilakukan, tetapi Allah SWT menghargainya.

Misalnya, dalam beberapa hadits yang diuraikan, ada beberapa praktik yang dilakukan dengan ketulusan dan konsistensi, sehingga imbalan dari praktik tersebut setara dengan naik haji. Di antara praktik-praktik yang hadiahnya setara dengan ziarah dan umrah adalah sebagai berikut.

Pertama, doa jamaah lima jam di masjid dan doa dhuha. Doa lebih penting daripada doa saja. Selain menerima pahala dua puluh tujuh kali, shalat jamaah di masjid juga dibalas dengan ziarah ketika dilakukan terus menerus. Sementara orang yang melakukan sholat dhuha di masjid dihargai dengan layanan ibadah umrah.

Penjelasan ini didasarkan pada hadits Abu Umamah yang dikatakan Nabi.

من خرج من بيته متطهرا إلى صلاة مكتوبة فأجره كأجر الحاج المحرم ، ومن خرج إلى تسبيح الضحى لا ينصبه لا

Artinya, “Siapa yang mengerjakan shalat subuh berjemaah, kemudian dia tetap duduk sambil dzikir sampai terbit matahari dan setelah itu mengerjakan shalat dua rakaat, maka akan diberikan pahala haji dan umrah,” (HR At-Tirmidzi).

Baca juga : Travel Umroh Terbaik di Pekanbaru

Kedua, bacalah shalat setelah shalat jamaah hingga subuh, lalu salat dua rakaat. Selain sholat lima jam, mereka yang membaca setelah shalat juga menerima pahala haji dan umrah. Syaratnya adalah ia harus bermeditasi di masjid sampai subuh, kemudian melakukan dua shalat sunnah.

Ali Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih menjelaskan bahwa memori dari memori dalam hadits sebelumnya tidak hanya merupakan pelafalan dari memori, tetapi juga thawaf bagi mereka yang berada di masjid, serta majelis agama dan agama.

Ini dilakukan sampai matahari terbit dan matahari terbit setinggi tombak, kira-kira lima belas menit setelah fajar, tidak termasuk dua doa rakaat. Dua shalat rakaat dinamai setelah shalat isyraq.

Ketiga, pergi ke masjid untuk mencari ilmu atau mencari yang baik. Bukan hanya doa shalat yang menghasilkan pahala haji dan umrah, tetapi menuntut ilmu dan pengajaran di masjid juga menerima pahala haji. Sebagaimana dijelaskan dalam kisah Abu Umamah yang dikatakan Rasulullah.

من غدا إلى المسجد لايريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه ، كان له كأجر حاج تاما حجته

Artinya, “Siapa yang berangkat ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, diberikan pahala seperti pahala ibadah haji yang sempurna hajinya,” (HR At-Thabarani).

Meskipun tiga praktik sebelumnya menerima jasa ziarah dan umroh, itu tidak berarti bahwa mereka yang mempraktikkannya tidak terikat dengan ziarah dan umroh. Kewajiban haji dan umrah tetap berlaku bagi siapa saja.

Pahala ketiga dari praktik sebelumnya adalah pahala haji dan umrah dimaksudkan untuk memotivasi umat Islam (targhib) untuk melakukannya. Wallahu Islam. Untuk informasi, bagi rekan – rekan yang ingin melaksanakan umroh dapat menggunakan Travel Umroh Pekanbaru dari Annajwa Islamic Tour & Travel Pekanbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *