Kisah Perjalanan Menggunakan Kapal Dobonsolo Surabaya Ke Sorong

Akhir tahun 2020 lalu saya serta Satya mengawali suatu perjalanan ke Papua Barat. Pasnya maksud kami yaitu suatu pulau kecil di Raja Ampat, namanya Pulau Arborek. Lantaran perjalanan kesempatan ini bakal kami melakukan saat 1 atau 2 bulan, kami menentukan buat mengirit pengeluaran. Satu diantaranya yaitu naik kapal laut dari Surabaya ke Sorong, Papua. Perjalanan lantas kami dimulai dari pelabuhan Tanjung Perak dengan maksud akhir pelabuhan Sorong.

Selfie sebelum masuk ke kapal. Untuk saya pengalaman ini yaitu yang sekali-kalinya naik kapal laut saat 5 hari. Serta pengalaman pertama itu senantiasa bikin ingin tahu. Perasaan lega tampak lantaran perjalanan lantas kami mulai bersama-sama.

Dari Surabaya di pelabuhan Tanjung Perak kapal yang lumayan besar buat menyimpan 1000 orang mulai arungi luasnya lautan Indonesia. Sejak mulai awal saya menyangka perjalanan ini bakal bikin jadi bosan. Jadi, saya bawa sejumlah buku bikin dibaca, setelah itu menaikkan daftar musik di hape dan memantau jadwal kapal dobonsolo sesekali.

Dengan bayar cost ticket kapal sebesar Rp 650. 000, kami bisa beristirahat di area kelas Ekonomi. Cost itu udah termasuk juga cost makan 3 kali satu hari. Tiap-tiap penumpang difasilitasi suatu kasur buat beristirahat. Kami menentukan tempat dekat colokan listrik supaya ngecharge hape serta laptop. Gak merasa kapal Dobonsolo udah berlayar saat 24 jam serta berlabuh tidak lama di Pelabuhan Soekarno Hatta di Makassar. Kesempatan saat ini kami memakai buat pergi keluar kapal buat beli makanan lantaran memang makanan yang disajikan di kapal kurang menyenangkan. Porsinya sangat sedikit. Waktunya mencari Indomart atau Alfamart.

Kondisi pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Lantaran gak mau kelaparan saat di kapal, kami lantas beli sejumlah makanan serta Pop Mie yaitu menu khusus saat perjalanan naik kapal Dobonsolo. Di kapal senantiasa ada air panas buat banyak penumpang. Jadi, jika pengin minum kopi atau makan Pop Mie ya tinggal seduh saja. Di kapal pelni lainnya pun ada toko kecil yang jual makanan namun harga makin lebih mahal dari harga kebanyakan.

Dari Surabaya ketujuan Sorong, kapal transit di 3 tempat. Yang pertama di Makassar, ke dua di Pelabuhan Bau-bau serta yang ke-tiga di Pelabuhan Ambon. Memang Satya anaknya tak dapat diam. Di tiap-tiap pelabuhan ia pastinya membawa saya keluar utk sekedar berjalan-jalan atau ambil poto. Perihal itu makin lama nular ke saya. Saya lantas makin lama jadi sukai selfie jadi. Gak apalah. Tidaklah ada kelirunya selfie kan. Lantaran ingin tahu dengan bentukan kapal seluruh kami lantas keluar kapal, and make a photograph then.

Kapal Dobonsolo transit di Pelabuhan Bau-bau.
Kapal Dobonsolo transit saat 3 jam di Ambon. Waktu yang tidak lama itu kami memakai buat keliling kota Ambon.

Seusai berlayar saat 5 hari, selanjutnya hingga pun di Kota Sorong, Papua Barat. Maksud kami masih cukup jauh dari sini. Dari pelabuhan mesti naik ojek ke pelabuhan Rakyat. Di pelabuhan Rakyat kami beli ticket kapal Cepat ke Waisai, ibu kota Raja Ampat. Di Waisai, pasnya dalam sesuatu pelabuhan dekat pasar, kami bersua dengan Bang Marcel serta Kak Gita. Dengan merekalah kami bakal tinggal saat di Arborek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *